portrait

Bangun Media

Images, Words and between...

Jelajah  beta digital magazine prototype is online now…!

Oct 15, 2014

Greenweb, komunitas peduli lingkungan yang bergiat di bidang konservasi dan pendidikan masyarakat tentang lingkungan hidup . 

Sep 29, 2014

Morning friends… “Don’t let the train of enthusiasm run through the station so fast that people can’t get on board.” |unknown| (at Stasiun Kereta Api, Bogor)

Aug 31, 2014

Going to “forest school”…”All conservation of wildness is self-defeating, for to cherish we must see and fondle, and when enough have seen and fondled, there is no wilderness left to cherish.”|Aldo Leopold| #orangutan rehabilitation center #borneo #deforestation #kalbar

Jun 16, 2014

Forest school. #orangutan #borneo #forest #iphonesia (at @ketapang)

Jun 12, 2014

Where’s Helen -just released orangutan- signal? #orangutan #borneo #kalbar (at Ketapang - Kalbar)

Jun 11, 2014

"I have walked that long road to freedom. I have tried not to falter; I have made missteps along the way. But I have discovered the secret that after climbing a great hill, one only finds that there are many more hills to climb. I have taken a moment."|Nelson Mandela| #tomohon #sulut #iphonesia (at Gunung Lokon Tomohon)

May 28, 2014

"Character is like a tree and reputation like a shadow. The shadow is what we think of it; the tree is the real thing."|Abraham Lincoln|. #sulut #taman-nasional Tangkoko-Dua Saudara.

May 27, 2014

Good morning… #situgintung (at Situ Gintung jogging track)

Apr 19, 2014

"Moody and withdrawn, the lake unites a haunting loveliness to a raw desolateness."|Dale Morgan| #situgintung

Apr 18, 2014

Lizard crossing… #iphonesia #lizard #b+w

Apr 10, 2014

PEGUNUNGAN MULLER

Bagian terberat dari Ekspedisi Kapuas Mahakam adalah memintas pegunungan Muller. Mengarungi jeram-jeram dan hutan perawan di perbatasan Kalbar-Kaltim. Darah pun dihisap pacet tiap hari. Tantyo Bangun, wartawan MATRA, bercerita khusus untuk Anda* (tahun ini tepat 20 tahun perjalanan kami).

          Pelangi membelah hutan hujan Kalimantan sore itu. Warna cahaya putih yang dibiaskan oleh air menjadi lima unsur warna melarik indah di atas kanopi hutan yang berselimut kabut tipis. Beberapa orang suku Dayak Punan yang sedang berenang di sungai Bungan terhenyak sebentar menyaksikan karunia alam bagi hidup mereka. Pemandangan itu memperkaya batin.

 Tanggal 15 Juni 1894, Nieuwenhuis berangkat bersama kontrolir Kapuas Hulu, van Velthuysen dan Geolog Mullengraaf. Mereka dibantu oleh 19 prajurit Hindia Belanda, 5 kuli Melayu, 8 orang Iban Batang Lupar, dan 85 orang suku Dayak Kayan Mendalam yang mengemudikan 24 sampan.

            Untuk saya, pemandangan itu menganggu kerja. Sehabis hujan di Tanjung Lokang, desa terujung di kaki pegunungan Muller, kami sedang sibuk-sibuknya mengepak dan menghitung lagi perbekalan yang akan dibawa selama dua belas hari melintas di pegunungan Muller. Tidak kurang dari 72 koli logistik yang akan kami bawa. Indahnya pemandangan membuat kerja terhenti sebentar. Kami ingin menikmatinya. Namun, tak percuma rasanya kami berhenti bekerja. Sebab pemandangan-pemandangan seperti inilah yang menjadi salah satu alasan kami melintas hutan hujan Kalimantan.

image

            Gendon, dibantu Zaenal, Tya, Dolly dan Iyun tampak berkeringat – meski sudah telanjang dada. Mereka sibuk dengan puluhan sak hijau yang berisi mulai dari makanan kaleng hingga radio all band. Selagi bekerja memang lebih enak bertelanjang dada daripada mengenakan kaus. Udara Kalimantan yang panas dan sangat lembab menyebabkan baju cepat basah. Iyun bilang, badannya sudah bukan sekedar berkeringat, tetapi “berkuah”.

Read More

Apr 4, 2014

Copyright © 2013