Mempertajam Preferensi Fotografi

Orangutan di sekolah rimba, membiasakan kebiasaan alami tumbuh kembali ©2008

Setelah mengumpulkan foto-foto yang mewakili selera pribadi, kini saatnya menyeleksinya. Terkadang pada saat mengumpulkan foto-foto itu mungkin saja kita menyenangi lebih dari satu subyek. Artinya bisa menyenangi foto-foto lansekap, tapi juga sama senangnya dengan foto-foto travel dan portrait umpamanya.

Hal semacam itu wajar saja terjadi. Boleh-boleh saja memiliki beberapa fokus kegemaran subyek fotografi, namun harus diingat, untuk kepentingan pembelajaran, tentunya kita harus membatasi fokus preferensi fotografi. Mendalami fotografi juga dibatasi oleh sumber daya yang dimiliki seperti dana, waktu dan kecakapan artistik serta teknis.

Jika memiliki beberapa subyek kegemaran, tentunya sebaiknya kita melakukan urutan. Pertama tentunya berdasarkan tingkat kegemaran. Foto-foto jenis apa yang paling  disukai? Untuk menyeleksinya sebaiknya pisahkan foto-foto itu dalam folder terpisah di komputer. Kemudian review masing-masing foto, bila anda tertarik, pisahkan dalam folder seleksi tahap berikutnya. Kemudian adu lagi dengan foto-foto yang lain, dan pilih yang lebih disukai. Lakukan itu berulang hingga mendapatkan 10 foto terbaik.

Satu hal yang perlu diingat, dalam mempertajam preferensi fotografi ini, lupakan kaidah “foto yang baik” dari teori-teori yang anda baca. Artinya tidak perlu foto-foto yang dipilih itu pencahayaannya harus terang, warnanya harus cerah, modelnya harus cantik jelita, momennya harus tepat dan lain sebagainya. Foto-foto ini dikumpulkan bukan untuk kursus fotografi, foto-foto itu dikumpulkan untuk menemukan selera pribadi anda.

Kalau anda senang dengan foto yang kurang fokus, itu sah-sah saja. Senang dengan foto yang abstrak sehingga tidak ketahuan bentuknya, boleh. Gemar dengan potret wajah orang yang menunjukkan guratan-guratan dari kerasnya hidup, dibandingkan dengan wajah mulus ayu seorang gadis, silakan. Yang penting, ikuti intuisi bahwa anda suka foto itu, tidak usah dicarikan alasannya. Selera itu personal, tidak usah repot-repot menjelaskan.

Setelah itu, jangan langsung diputuskan bahwa foto yang paling anda sukai itulah yang akan didalami tehniknya (ingat di tataran ini kita belum melakukan investasi untuk peralatan fotografi sama sekali, kalaupun sudah sebaiknya minimal saja). Endapkan preferensi fotografi yang sudah anda “temukan” karena itu adalah tuntutan artistik dan selera pribadi. Tahap berikutnya adalah kembali ke dunia nyata, menghitung sumber daya yang ada. Kita bicarakan dalam posting berikutnya.

Leave a comment