Sesuaikan Preferensi Fotografi

Melalui proses penajaman, anda sudah menemukan preferensi fotografi. Sekumpulan foto yang menunjukkan selera dan kegemaran telah terpilih. Apakah langsung bisa ditekuni? Saatnya untuk memadupadankan dengan dua hal, yang pertama dengan cara hidup/ pandangan anda, kedua dengan sumber daya yang tersedia.

Punggung Geger Bentang dilihat dari arah kawah Gunung Gede ©2007

Idealnya preferensi fotografi anda sesuai dengan cara hidup anda. Contoh, foto bentang alam atau lansekap yang luar biasa indah adalah favorit, namun sehari-hari anda tidak pernah bangun tidur sebelum jam 06.30. Hal ini akan menyulitkan bila ingin menekuni fotografi bentang alam atau lansekap. Cahaya yang terindah untuk fotografi bentang alam adalah saat matahari di kondisi kemiringannya, alias awal pagi atau awal petang.

Anda bisa saja tetap memotret bentang alam tengah hari sekalipun, tidak ada yang melarang. Tetapi dengan arah cahaya sudah terlalu tinggi, tekstur bentukan alam dan dimensi-dimensi kedalaman bentangan alam akan sulit dimunculkan dan menjadi dramatis. Bisa, tetapi tidak optimal.

Contoh lain adalah soal foto portrait. Fotografi adalah seni visual, jadi wajar kalau kita senang akan wajah-wajah indah. Anda senang dengan foto-foto portrait glamour. Wajah-wajah dan manusia yang secara fisik nyaris sempurna. Namun sehari-hari anda luar biasa pemalu atau pendiam. Sifat seperti itu agak kurang cocok untuk mendapatkan foto portrait yang akrab.

Untuk memotret manusia, salah satu unsur keberhasilan adalah komunikasi. Seorang fotografer portrait yang berhasil apabila ia bisa mencapai tingkatan komunikasi tertentu dengan subyeknya. Ada seorang fotografer Inggris yang bisa memotret seorang presiden dengan mudahnya dan dalam pose yang tidak biasa. Tentunya hal ini membutuhkan kepercayaan diri yang besar dan bukan orang pemalu pastinya.

Jika memang preferensi fotografi anda tidak sesuai dengan cara hidup dan kepribadian, ada dua cara: pertama anda berupaya untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan subyek preferensi fotografi anda, atau anda memilih subyek yang sesuai dengan kepribadian anda.

Untuk mereka yang sulit bangun pagi, mungkin harus mulai belajar bangun pagi. Pertama-tama mungkin dengan bantuan alarm, tetapi lama kelamaan motivasi anda meninggi. Lihat bedanya foto bentang alam yang dihasilkan oleh cahaya awal hari, saat matahari terbit dan beberapa waktu setelahnya dengan foto bentang alam di siang bolong. Seiring kepuasan anda terhadap hasil karya, akan meningkatkan motivasi untuk bangun pagi dan mengejar cahaya.

Namun bila merubah kebiasaan menjadi sesuatu yang terlalu berat untuk anda, mungkin pilihlah subyek yang sesuai dengannya. Anda terlalu pemalu untuk mendekati orang dan membuatnya santai, sehingga dapat mengabadikannya dengan pose sealami mungkin? Jika mendekati orang saja membuat anda berkeringat, lebih baik anda memilih subyek fotografi yang tidak banyak bersentuhan dengan manusia.

Macro fotografi yang memfokuskan pada dunia benda kecil bisa menjadi pilihan karena tak bersentuhan dengan manusia. Pilihan lain adalah fotografi benda (still life). Anda bisa berdialog dengan benda dan membuatnya berkarakter yang seolah hidup dengan memberikan cahaya pada bagian dan arah yang tepat. Jadi, setelah anda mengenali preferensi fotografi, kendali di tangan anda.

Leave a comment