Ini karya Aini , yang terpilih menjadi peserta terbaik program beasiswa fotografi Garutpedia. Semangat dan potensinya luar biasa.

garutpedia:

Regenerasi Batik Garutan

Selasa, (26/03). Ibu Kenah atau pengelola Batik Garutan beken, tidak pelit untuk memberi ilmu kepada siapapun yang mau belajar membatik. Baik itu untuk lomba, untuk usaha, atau hanya sekedar hobi. Ibu Kenah mengaku bahwa beliau tidak takut tersaingi, karena kualitas batik buatannya dengan yang lain akan berbeda dan menurut Ibu Kenah rejeki pun tidak akan kemana. Ibu Kenah ingin melestarikan budaya yang ia kuasai untuk diwarisi, dan ia pun ingin meregenerasi batik garutan ini.

Motif Batik Garutan yang asli ada 5, yaitu merak, bulu hayam, angkin, kumeli, dan sada mukti. Juga, ada beberapa motif yang ditiru oleh suatu daerah yaitu adu manis, lereng sintung, suliga, dan siki bonteng. Beliau mengetahui segala macam motif batik yang ada dari dulu hingga sekarang tapi tidak pernah dibukukan, hanya ada di dalam karya-karya terdahulunya.

Awal usaha batik Garutan ini dimulai tahun 1965 oleh almarhumah ibunya Ibu Kenah, dan mulai dilanjutkan oleh Ibu Kenah dari tahun 1982.

Ibu Kenah selalu menggunakan motif buhun dalam setiap batik yang dibuatnya. Akan tetapi Ibu Kenah pun suka membuat batik corak moderen dengan meambahkan corak bunga dan kupu-kupu.

Ibu Kenah mendapatkan kain untuk proses membatiknya dari daerah Yogyakarta, canting dan malam didapatkan dari Tasik. Selain mempunyai usaha Batik Garutan Beken ini, Ibu kenah juga dengan rajinnya mengurus koperasi, dan membuka warung.

Ibu Kenah mempunyai seorang suami yang sakit stroke. Setiap hari Ibu Kenah mengurus suaminya dengan sabar dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Seperti memandikan, memberi obat, dan menyuapi makan.

Aini Novianty – SMA Negeri 1 Garut