Pulang sekolah, menyelam.

Anak suku bajau ini belum sampai rumah sudah tidak tahan untuk meloncat masuk ke dalam air. Kampung orang bajau kecil di Pulau Buton ini apakah masih berbentuk seperti ini atau sudah berubah, masih menjadi pertanyaan. Saya memotretnya hampir sepuluh tahun lalu. Namun memori visual ini memudahkan kita untuk memahami bagaimana dekatnya laut dengan kehidupan orang bajau.

Secara utuh tampilan visual ini –dengan rumah di atas air dan sosok anak “melayang” di air sebagai latar depan– membantu kita untuk memahami betapa berbedanya kehidupan mereka dengan kehidupan kita yang mayoritas berada di daratan. Bagaimana membesarkan anak-anak di lingkungan yang sekelilingnya air saja menjadi satu tantangan tersendiri, belum lagi bila mereka berpindah tempat tinggal, karena orang bajau dikenal juga sebagai pengembara lautan.

Foto ini diambil dengan suasana sekelilingnya sebagai acuan. Saat itu salju telah selesai turun dan saya berjalan di taman Malou menikmati indahnya kebekuan. Di jalan dengan pagar-pagar pohon gundul ini secara visual sudah menjadi frame yang menarik, tinggal saya menunggu apa point of interestnya.

Sekitar setengah jam saya berjalan-jalan dan mengabadikan beberapa kemungkinan-kemungkinan. Akhirnya di bagian belakang taman saya bertemu dengan petugas kebersihan yang sedang memeriksa tempat-tempat sampah di taman itu mengenakan pakaian safety berwarna merah scothlight. Tuhan memang maha pemurah 🙂

Saya tunggu dan ikuti beliau sampai pada saat dan posisi yang tepat…

Foto ini menarik dari 2 sisi, momentum dan pesan. Saat di dalam Fine Art Museum di Brussels di salah satu ruangan karya seni rupa klasik, lukisan-lukisan yang terpajang menampilkan suasana-suasana musim dingin di Eropa.

Ada seorang ibu dan 3 anak datang, saya pikir mereka akan berhenti sebentar kemudian pergi, namun ternyata si ibu mengajak mereka duduk di depan lukisan itu dan menceritakan isinya. Sampai di sini foto ini sudah punya pesan.

Lalu saya melihat ke arah jendela, di pemandangan musim dingin di luar dengan pohon-pohon rontok daun menampilkan apa yang terjadi di lukisan. Saya pun lalu melakukan metering di tengah-tengah, agar mendapatkan cahaya yang cukup untuk mengabadikan adegan di dalam dan suasana di luar.