
Petani di desa Brenjonk, Trawas – Jawa Timur membajak sawah. Desa di kaki gunung Penanggungan itu para petani mulai mengembangkan pertanian organik. Hasil panennya dipasarkan di pasar-pasar swalayan di Surabaya dan sekitarnya.

Petani di desa Brenjonk, Trawas – Jawa Timur membajak sawah. Desa di kaki gunung Penanggungan itu para petani mulai mengembangkan pertanian organik. Hasil panennya dipasarkan di pasar-pasar swalayan di Surabaya dan sekitarnya.

Penduduk desa Bali Age memintal benang. benang itu digunakan untuk membuat kain tenun ikat yang akan diekspor.

Petani garam di Kusamba Bali sedang mengumpulkan garam yang sudah terbentul. Kusamba adalah daetah penghasil garam di Bali. Kualitas yang tinggi menjadikan garam tersebut diekspor ke luar negeri.

Danau-danau “rahasia” banyak terdapat di Misool, Raja Ampat. Sedikitnya lewat pendataan terdapat 45 danau air tawar dan asin yang di dalamnya hidup ubur-ubur tak berpenyengat. Danau-danau ini belum dipublikaskan dengan luaskarena menunggu peraturan daerah yang melindunginya.

Foto Story:
Tiga Tahun Festival Ningkam Haumeni, upaya pemberdayaan masyarakat adat.
Oleh : Feri Latief
Rombongan tetua adat dari tiga suku. Amatun, Amanuban, dan Mollo, berjalan beriringan. Melewati jalan yang membelah hutan pohon Atapupu di perbukitan Mollo, Timur Tengah Selatan. Sampai di sebuah batu mereka berkumpul. Salah seorang tetua adat memimpin ritual meletakan di atas batu itu perhiasan-perhiasan dan selembar kertas yang tertulis beberapa baris kata. Lalu dimulailah ritual adat. Tetua adat itu berdiri lalu berdoa memohon untuk agar dikabulkan sumpah mereka yang tertera dalam kata yang tertulis itu.
Itulah acara terpenting dari Festival Ningkam Haumeni yang ketiga kali ini. Sumpah itu lalu diikuti ratusan masyarakat adat yang menghadiri festival pada keesokan harinya. Mereka berjanji akan melestarikan alam di mana mereka tinggal. Mereka tak akan berburu di hutan, tak akan merusak lingkungan, tak akan menebang pohon. Mereka masih trauma akan kerusakan lingkungan mereka dikarenakan masuknya perusahaan tambang yang mengambil batu-batu di bukit-bukit mereka. Tanah Timor yang tandus mengandalkan batu-batu karst itu untuk menampung air. Saat batu-batu itu ditambang kekeringan dan tanah longsor melanda kehidupan mereka.
Sumpah itu juga membawa mereka untuk kembali menanam pohon Cendana yang mulai punah dan menjaga madu di hutan-hutan di Nusa Tenggara Timur. Ningkam Haumeni secara harfiah memang berarti Lilin Madu dan Kayu Cendana. Festival ini sudah tiga tahun berlangsung berturut-turut. Selalu diadakan di bukit batu Naususu, yang artinya ibu yang menyusui anak. Bukit itulah yang dulu ditambang. Masyarakat menamai demikian karena di kakinya terdapat mata air yang jernih. Masyarakat yang terdiri dari tiga suku wilyah itu kemudian bergerak untuk menghentikannya. Ratusan kaum ibu dipimpin Mama Aleta Baun, mendatangi tambang itu dan mulai menenun di sana. Akhirnya tambang itu berhenti beroperasi. Sebagai peristiwa kemenangan kaum ibu itu dibuatlah festival tersebut.
Kini di tahun ketiga ratusan masyarakat adat dari tiga suku itu kembali berkumpul di bukit Naususu. Hawa dingin di pegunungan Mutis itu tak menghalangi mereka untuk berkumpul di sana. Sumpah adat akan ditularkan ke desa-desa sekitarnya. Hari-harin festival di Naususu selalu ada musik dan tari tradisonla. Sambil bergembira mereka bertukar ilmu dan berbagi pengalaman dari mulai menenun kain, berbagi bibit tanaman pangan, sampai bergotong royong membangun rumah adat. Di Naususu ada harapan lestari, di sana masyarakat adat tiga suku memberdayakan diri.

A perfect sunday afternoon… Sahur.. Sahur 🙂 #brussels #iphonesia #lake (Taken with Instagram at Le Chalet Robinson)

Duck water march… Slmt berbuka puasa.. #brussels #iphonesia (Taken with Instagram at Le Chalet Robinson)

Riches, prestige, everything can be lost. But the happiness in your own heart can only be dimmed; it will always be there, as long as you live, to make you happy again. (Anne Frank, February 23, 1944). Holocaust memorial. #iphonesia (Taken with Instagram at Denkmal für die ermordeten Juden Europas)

“All truth, in the long run, is only common sense clarified.”|Thomas Huxley| slmt berbuka di Indonesia 🙂 #belgium #iphonesia #brussels (Taken with Instagram)

“Millions of men have lived to fight, build palaces and boundaries, shape destinies and societies; but the compelling force of all times has been the force of originality and creation profoundly affecting the roots of human spirit.”|Ansel Adams| #berlin #iphonesia (Taken with Instagram at S-Bhf Bellevue)